• Begitu Sulitkah Mencinta?

    Date: 2013.02.26 | Category: Ruang Keluarga | Response: 0

    Oleh : Cahyadi Takariawan

     

    Begitu mahalnya cinta dalam hidup kita, sehingga lebih suka kita mencaci maki dan mentertawakan penderitaan orang lain? Dibanding menikmati irama syahdu cinta dan kasih sayang sesama manusia, yang telah dianugerahkan Tuhan sebagai keistimewaan dan keutamaan manusia dibanding makhluk lainnya.

    Tapi memang tidak mengherankan. Bang Erich Fromm menyatakan, sebagian dari kita sesungguhnya tengah terperangkap dalam pasungan zaman modern. Kita tengah tidak mampu menjawab problem keterasingan atau terlienasi. Cinta itu seperti seni, dia harus dirawat dan diperjuangkan. Jika tidak ada perawatan dan perjuangan, cinta tidak akan bisa langgeng.

    Dalam buku The Art Of Loving, bang Fromm menjelaskan bahwa kebutuhan manusia yang paling dalam adalah kebutuhan untuk mengatasi keterpisahannya dan meninggalkan penjara kesendiriannya. Kegagalan untuk mengatasi keterpisahan ini yang akan menyebabkan gangguan kejiwaan. Membuat orang lebih suka mencaci maki dan membunuh secara keji, lebih suka mencari kesalahan dan kelemahan orang lain. Read the rest of this entry »

  • Tempat Paling Indah Adalah Rumah

    Date: 2013.01.29 | Category: Ruang Keluarga | Response: 0

    Oleh : Cahyadi Takariawan

     

    Setiap orang pasti merasa bahagia apabila melakukan perjalanan wisata, apalagi ketika mengunjungi tempat yang jauh. Rekreasi ke Paris, wah, membayangkannya saja sudah merasa bahagia, apalagi ketika berkesempatan mengunjunginya. Mengunjungi Zurich, Praha, Amsterdam, waw, bahagia sekali rasanya. Namun sesenang-senangnya anda bepergian, tetap saja anda ingin pulang. Saat pulang, ternyata lebih membahagiakan diri anda lagi dibanding berangkatnya yang sudah bahagia.

    Pertanyaannya adalah, kemana anda pulang? Pulang sudah memiliki konotasi yang pasti, yaitu ke rumah. Anda tidak akan pulang ke hotel atau penginapan, karena hotel hanyalah tempat transit saat anda melakukan perjalanan. Anda tidak akan pulang ke terminal, stasiun atau bandara, karena itu semua hanyalah tempat persinggahan transportasi yang menghantarkan anda dari satu tempat ke tempat lainnya. Anda pasti pulang ke rumah.

    Ada apa di rumah kita? Mengapa kita selalu ingin pulang ke rumah? Ada sangat banyak hal tersimpan di rumah kita. Pertama, di rumah tersimpan berbagai kenangan dan harapan kita. Sangat mudah memahaminya. Di rumah, kita beraktivitas bersama, tumbuh bersama, dan merasakan segala dinamika, suka duka, di setiap sudut-sudutnya. Kita telah menyimpannya, sangat dalam. Sangat berkesan. Kita tidak mungkin melupakannya begitu saja. Kenangan dan harapan yang selalu kita ciptakan bersama seluruh anggota keluarga, adanya di dalam rumah. Read the rest of this entry »

  • If You Want Breakfast In Bed, Sleep In The Kitchen

    Date: 2013.01.28 | Category: Ruang Keluarga | Response: 0

    Oleh : Cahyadi Takariawan

     *************

     

    Pernikahan dan keluarga, sangat banyak sisi dan sudut di dalamnya. Tergantung darimana kita melihat dan mencermatinya. Ada sisi kebahagiaan, ada pula sisi kesedihan. Ada sisi ideologi, ada pula sisi praksis. Ada sisi potensi positif, ada pula sisi permasalahan. Ada sisi serius, namun banyak sisi yang unik dan lucu. Dave Meurer mengungkap berbagai sisi kehidupan pernikahan dan keluarga dengan unik di buku yang sudah cukup lama dirilis, If You Want Breakfast In Bed, Sleep In The Kitchen.

    Sesungguhnya hidup berumah tangga semacam melukis pelangi, atau mengumpulkan mozaik, dan menata puzle. Sangat indah untuk dinikmati, sangat mengasyikkan untuk dijalankan, dan sangat sayang untuk dilewatkan. Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, terdapat renik-renik yang halus dan perlu diperhatikan sejak awal.  Suami dan isteri perlu mengetahui berbagai hal yang menjadi dinamika hidup berumah tangga, agar bisa bersikap proporsional dan tidak hanya saling menuntut. Karena, jika anda ingin sarapan pagi di kasur, sebaiknya anda tidur saja di dapur. Read the rest of this entry »

  • Kuliah Pranikah: Mengenal Diri dan Calon Pasangan

    Date: 2013.01.18 | Category: Pernikahan | Response: 1

    Oleh : Cahyadi Takariawan

     

    Pendahuluan

    Seorang perancang bangunan tampak serius bekerja di ruangannya. Ia menghitung dengan cermat dan presisi setiap bagian, sejak pondasi hingga semua sudut dan bagian terkecil bangunan yang hendak didirikannya. Ia merancang sebuah bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke langit. Sebuah mega proyek yang harus dikerjakan dengan teliti dan penuh perhitungan.

    Karena mega proyek yang dikerjakan berada di tengah komunitas masyarakat, bukan di tengah hutan, maka semakin cermat lagi ia menghitungnya. Tidak boleh ada yang terlewatkan. Ia memahami betul, kalau salah dalam membuat perhitungan, akan berdampak fatal kepada bangunan yang hendak didirikan. Bisa jadi bangunan tersebut mudah ambruk oleh sebuah guncangan kecil, atau karena adanya angin kencang. Jika bangunan ambruk, tentu sangat membahayakan penghuninya, dan juga warga sekitarnya.

    Ia merancang bangunan tersebut untuk bisa tahan terhadap gempa maupun bencana lainnya. Gempa besar, tsunami, angin puting beliung, hingga badai matahari, telah diperhitungkan semua. Sebuah bangunan yang tidak akan mudah roboh oleh bencana. Maka ditemukanlah formula, rancang bangun dari gedung yang dimaksudkan; seperti apa pondasi yang diperlukan, kualitas besi, jumlah semen, sampai seluruh detail keperluan pembangunan.

    Setiap perancang bangunan mengetahui dengan pasti, bahwa diperlukan hitungan yang berbeda untuk setiap bangunan yang hendak dibuatnya. Membuat rumah bambu, memerlukan pondasi yang sederhana saja. Membuat rumah semi permanen, berbeda lagi pondasi yang diperlukan. Membuat rumah permanen, ada lagi hitungannya. Hingga ketika membuat gedung bertingkat, memerlukan kekuatan pondasi yang berbeda dengan bangunan biasa.

    Pondasi sangat menentukan kualitas gedung yang hendak dibangun. “Sekedar” membangun rumah tempat tinggal, diperlukan hitungan dan rencana yang cermat. Bagaimana dengan membangun sebuah keluarga ? Bagaimana dengan membangun peradaban kemanusiaan yang mulia ? Read the rest of this entry »

  • Tahun Baru, Isteri Baru, Suami Baru

    Date: 2013.01.02 | Category: Ruang Keluarga | Response: 0

     

     

    Apa yang selalu terjadi pada setiap tahun baru? Ada banyak jawaban dari pertanyaan tersebut, namun di antara hal yang selalu terjadi adalah pertambahan hitungan usia semua manusia, dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Itu sama dengan berkurangnya jatah usia semua manusia, dibandingkan setahun yang lalu. Pertambahan usia setahun, telah memberikan banyak perubahan, karena setiap saat ada yang berubah dalam diri manusia.

    Jika ada seorang suami berpisah setahun dengan isterinya, maka pasti ia merasa ada banyak hal baru yang ia jumpai saat bertemu kembali dengan sang isteri. Demikian pula, jika ada seorang isteri terpisah setahun  dengan suami, maka ia akan menjumpai banyak hal baru saat berjumpa dengannya.  Orang tua yang pergi bekerja ke luar negeri selama setahun meninggalkan anak-anaknya, ia akan merasa sangat heran dengan perubahan selama setahun yang terjadi pada anaknya.

    “Tahu tahu anak saya sudah besar… Rasanya baru kemarin saya meninggalkannya…”, ujar seorang ayah mengomentari anaknya. Read the rest of this entry »

  • Jatuh Cinta Bisa Membutakan Mata Hati Anda

    Date: 2012.12.31 | Category: Ruang Keluarga | Response: 0

    Oleh : Cahyadi Takariawan

    http://www.trulylovable.com

    http://www.trulylovable.com

     

    ”Saya sangat kaget Pak, ternyata suami saya selingkuh. Ia menjalin hubungan perselingkuhan dengan teman kerjanya”, ungkap bu Sinta* di ruang konseling Jogja Family Center (JFC). Ia menangis histeris saat menceritakan perempuan yang menjadi selingkuhan suaminya, karena ternyata iapun mengenalnya.

    ”Saya mengenalnya selama ini sebagai orang baik-baik saja. Ia bahkan beberapa kali silaturahmi ke rumah kami, sehingga iapun mengenal keluarga kami dengan baik. Tidak menyangka ia tega merusak kebahagiaan keluarga kami”, lanjutnya dengan berlinang air mata.

    Apa yang terjadi pada suami bu Sinta? Ternyata ia tengah jatuh cinta dengan teman kerjanya. Pak Dewa**, suami Sinta, bukanlah anak muda lagi. Usianya sudah 52 tahun, anaknya lima, bahkan sudah memiliki dua cucu. Uban di rambutnya menandakan ia sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Namun, lelaki seusia dia, ternyata masih bisa merasakan jatuh cinta.

    Rupanya jatuh cinta tidak mengenal usia. Bisa terjadi pada anak muda belia, bisa terjadi pada orang lanjut usia. Sebenarnya, bagaimana memahami fenomena jatuh cinta? Bagaimana Pak Dewa bisa jatuh cinta pada teman kerjanya, padahal teman itu juga sudah memiliki suami dan anak-anak? Read the rest of this entry »

  • Apakah Isteri Anda Cerewet ? Itu Normal.

    Date: 2012.12.31 | Category: Suami Isteri | Response: 0

    Oleh : Cahyadi Takariawan

    www.quaintmelody.com

    www.quaintmelody.com

     

    Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita menemukan banyak suami yang heran dengan sikap dan perilaku isterinya. Menurut para suami, isteri mereka terlalu banyak bicara. Ungkapan seperti ini sering didengar oleh para konselor keluarga:

    “Isteri saya itu orangnya aneh banget. Maunya ngomong terus, hal-hal yang tidak penting saja diomongkan”, kata seorang suami.

    “Isteri saya itu orangnya sangat cerewet. Semua dikomentari, seakan tidak ada hal yang benar dari diri saya”, kata suami yang lain.

    “Saya heran, apa tidak sebaiknya dia itu diam saja, tidak usah banyak bicara”, ujar suami yang lain. Read the rest of this entry »

  • Hindari Jebakan Rutinitas Berumah Tangga

    Date: 2012.12.05 | Category: Ruang Keluarga | Response: 1

    Oleh : Cahyadi Takariawan

    ilustrasi - http://www.epa.gov

     Tata kembali rumah anda. Dengan barang-barang dan perabotan yang sama, kita bisa memberikan nuansa yang berbeda untuk keindahan rumah. Ruang keluarga bisa ditata ulang penempatan barang-barangnya, ruang tamu ditata ulang penempatan kursinya. Dimana meletakkan televisi, dimana meletakkan komputer, dimana meletakkan rak buku, semua bisa ditata ulang, sehingga akan menghadirkan suasana yang baru di rumah yang lama.

     *********************************************************************************************************

    Anda pasti sudah sangat sering membaca kisah tentang pembelah kayu berikut ini. Dahulu kala, seorang lelaki yang memiliki fisik kuat melamar pekerjaan ke sebuah pabrik pengolahan kayu. Ia diterima sebagai tukang pembelah kayu dan mendapatkan bayaran sesuai keinginan. Ia pun sangat bergembira dan bersemangat, karena bayaran yang didapatkan cukup besar dan sangat berarti baginya.

    Pimpinan pabrik memberi ia gergaji dan menunjukkan batang kayu yang harus  dibelah. Pada hari pertama bekerja ia bisa membelah 21 batang kayu. “Hebat ! Kamu mampu membelah 21 batang kayu. Jika kamu bisa mempertahankan, nanti di akhir pekan kamu akan mendapatkan bonus,” kata pimpinan.

    Mendengar janji bonus, lelaki itu semakin bersemangat bekerja. Namun pada hari kedua kerja, ia hanya bisa membelah 19 batang kayu. Hari ketiga ia berusaha semakin keras, namun hanya bisa membelah 17 batang. Hari keempat prestasinya turun lagi, ia hanya mampu membelah 15 batang. Hari demi hari semakin sedikit batang kayu yang bisa ia belah.

    “Mengapa aku bisa kehilangan prestasi? Padahal tubuhku sangat kuat,” pikir pembelah kayu. Ia pun menemui pimpinan dan meminta maaf atas kinerjanya yang semakin menurun. Ia tidak tahu apa yang terjadi.

    “Kapan terakhir kali kamu mengasah gergajimu?” tanya pimpinan. Read the rest of this entry »

  • Tersenyumlah, Isteri Anda Akan Bahagia

    Date: 2012.12.03 | Category: Suami Isteri | Response: 2

    Oleh : Cahyadi Takariawan

    http://www.desertridgesmiles.com

    http://www.desertridgesmiles.com

     

    Portal berita liputan6.com hari ini (Senin 3 Desember 2012) memuat artikel yang menyatakan bahwa apabila lelaki ingin membuat perempuan patuh, tidak perlu repot-repot dengan merayunya. Cukup dengan senyuman singkat saja, perempuan bisa melakukan apa yang diminta oleh lelaki. Hal itu terkait dengan tiga penelitian dari para ilmuwan University of Granada di Spanyol, yang ingin mengetahui dampak senyuman lelaki kepada persepsi perempuan terhadap diri dan bahasa tubuhnya.

    Penelitian itu menunjukkan, ketika lelaki berperan dominan, perempuan akan sering mematuhinya jika lelaki tersenyum padanya. Pakar bahasa tubuh Patti Wood mengatakan, temuan itu mengganggu tetapi bisa jadi karena wanita lebih mengandalkan bahasa tubuh dibanding laki-laki dalam membuat keputusan. “Bahkan jika ada disonansi antara apa yang telah dikatakan dan apa yang dilakukan tubuhnya, wanita akan melihat ke tubuh. Jika mereka melihat senyum, maka interaksi terlihat lebih ramah”.

    Saran Wood kepada perempuan yang tidak ingin dimanipulasi senyuman seorang lelaki, terutama ketika berada di tempat kerja, adalah mengetahui apa yang perempuan inginkan sebelum bertemu laki-laki. Dia mengatakan, hal ini akan meningkatkan bahasa tubuh perempuan serta mengurangi jumlah saraf tics yang mengungkapkan kekhawatiran.

    Salah satu poin penting dari studi ini adalah pengaruh senyum lelaki (baca : suami) terhadap sikap perempuan (baca : isteri). Read the rest of this entry »

  • Keharmonisan Suami Isteri, Justru Karena Mereka Berbeda

    Date: 2012.11.24 | Category: Suami Isteri | Response: 1

    Oleh : Cahyadi Takariawan

    ilustrasi - http://jokesprank.com

     

    Keluarga harmonis adalah dambaan semua orang. Siapapun yang menikah dan membentuk bahtera rumah tangga, berharap akan bisa memiliki keluarga yang harmonis. Namun banyak orang memahami makna harmonis secara berlebihan, sehingga seakan-akan tidak mentolerir adanya perbedaan, pertengkaran, dan konflik antara suami isteri sama sekali. Keluarga harmonis dipahami sebagai keluarga yang tanpa perbedaan dan tanpa pertengkaran.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata harmonis memiliki makna pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian. Dalam konteks keluarga, kata harmonis dekat dengan makna keselarasan dan keserasian antara suami, isteri dan seluruh anggota keluarga. Selaras dan serasi, menunjukkan suatu kesamaan tujuan dan cita-cita, walaupun kondisinya tidak selalu sama. Mungkin saja ada hal yang berbeda, namun perbedaan terbingkai dalam keselarasan dan keserasian.

    Kapan kita mengatakan pakaian  yang dikenakan seseorang sebagai serasi? Apakah karena warnanya sama? Seorang lelaki muda mengenakan sepatu, celana panjang, hem, dasi, jas dan topi dengan warna yang sama. Warna hitam semua, atau merah semua, atau putih semua, itukah serasi? Read the rest of this entry »

Partner

Kalender Keluarga

May 2013
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Sajian Terbaru

Arsip Keluarga

Menu Keluarga

Tamu Terakhir

Ruang Pengelola

Tamu Saat Ini

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Terima Kasih atas Kunjungan Anda